Persaingan bisnis, perubahan permintaan pelanggan, keterlambatan pemasok, tingginya biaya persediaan hingga kebutuhan distribusi yang semakin cepat membuat pengelolaan rantai pasok tidak lagi dapat dilakukan secara terpisah oleh masing-masing bagian perusahaan.
Perusahaan dapat memiliki persediaan dalam jumlah besar tetapi tetap mengalami stockout. Bagian purchasing dapat memperoleh harga pembelian yang rendah, tetapi perusahaan justru menanggung biaya lebih tinggi akibat keterlambatan pemasok. Gudang dapat bekerja dengan baik, tetapi pelayanan kepada pelanggan tetap terganggu apabila perencanaan kebutuhan, inventory dan distribusi tidak terintegrasi.
Karena itu, Supply Chain Management (SCM) perlu dipahami sebagai pengelolaan proses secara menyeluruh, mulai dari perencanaan kebutuhan, procurement dan supplier, pengendalian persediaan, pergudangan, hingga logistics dan distribution.
Training Supply Chain Management (SCM) ini dirancang bagi perusahaan dan profesional untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kemampuan praktis dalam mengelola rantai pasok secara efektif, terintegrasi dan berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan.
Program tersedia melalui Public Training dan In-House Training yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Mengapa Supply Chain Management Penting bagi Perusahaan?
Supply Chain Management menghubungkan sejumlah fungsi penting dalam perusahaan, mulai dari Demand Planning → Procurement → Supplier → Inventory → Warehouse → Operations/Production → Logistics → Distribution → Customer.
Keputusan pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya. Pembelian dalam jumlah besar, misalnya, mungkin menghasilkan harga satuan lebih rendah. Namun keputusan tersebut belum tentu menguntungkan apabila menyebabkan overstock, meningkatkan biaya penyimpanan atau membuat modal terlalu lama tertahan dalam persediaan.
Sebaliknya, persediaan yang terlalu rendah dapat meningkatkan risiko kehabisan barang dan mengganggu operasional maupun pelayanan kepada pelanggan. Karena itu, keberhasilan supply chain tidak cukup diukur dari kinerja satu departemen. Perusahaan membutuhkan koordinasi antarfungsi dan indikator kinerja yang melihat rantai pasok secara end-to-end.
Dalam konteks pengembangan sistem logistik nasional, pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional. Perkembangan kompetensi pada bidang logistik dan distribusi juga tercermin dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 323 Tahun 2024 tentang SKKNI Bidang Jasa Pengelolaan Pusat Distribusi.
Rujukan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sistem serta kompetensi sumber daya manusia dalam ekosistem logistik dan rantai pasok. Program ini merupakan pelatihan pengembangan kompetensi dan bukan program sertifikasi BNSP.
Permasalahan Supply Chain yang Sering Dihadapi Perusahaan
Training ini dirancang agar pembahasan tidak berhenti pada teori. Peserta dapat mempelajari dan mendiskusikan berbagai persoalan yang sering muncul dalam aktivitas supply chain, antara lain:
- persediaan tinggi tetapi stockout tetap terjadi;
- forecast permintaan tidak sesuai dengan kondisi aktual;
- purchasing tidak selaras dengan kebutuhan produksi atau operasional;
- supplier sering mengalami keterlambatan;
- lead time pengadaan terlalu panjang;
- kinerja supplier dan vendor belum terukur secara sistematis;
- biaya inventory dan penyimpanan terlalu tinggi;
- pemanfaatan ruang gudang belum optimal;
- proses distribusi kurang efisien;
- data procurement, inventory, warehouse dan distribution belum terintegrasi;
- koordinasi antarbagian dalam rantai pasok masih lemah; dan
- KPI masing-masing departemen belum menggambarkan performa supply chain secara keseluruhan.
Dalam pelaksanaan In-House Training Supply Chain Management, pembahasan dapat lebih diarahkan pada karakteristik, kebutuhan dan permasalahan aktual perusahaan peserta.
Tujuan Training Supply Chain Management
Setelah mengikuti Training Supply Chain Management, peserta diharapkan mampu:
- memahami Supply Chain Management secara end-to-end;
- memahami keterkaitan demand planning, procurement, supplier, inventory, warehouse, logistics dan distribution;
- meningkatkan efektivitas perencanaan kebutuhan dan pengadaan;
- memahami prinsip pemilihan, evaluasi dan pengelolaan supplier/vendor;
- meningkatkan pengendalian persediaan;
- memahami prinsip pengelolaan warehouse yang efektif;
- mengidentifikasi risiko pada rantai pasok;
- memahami KPI dan pengukuran kinerja supply chain; dan
- mengidentifikasi peluang perbaikan yang dapat diterapkan di perusahaan.
Materi Training Supply Chain Management (SCM)
1. Fundamental Supply Chain Management
- Konsep dan ruang lingkup Supply Chain Management
- Aliran barang, informasi dan keuangan
- Supply chain end-to-end
- Hubungan supplier, perusahaan dan customer
- Strategic, tactical dan operational supply chain
2. Demand Planning & Forecasting
- Analisis kebutuhan dan permintaan
- Dasar demand forecasting
- Forecast versus actual demand
- Dampak ketidakakuratan forecast
- Sinkronisasi demand dan supply
3. Procurement & Strategic Sourcing
- Peran procurement dalam supply chain
- Procurement planning
- Strategic sourcing
- Supplier selection
- Total cost consideration
- Lead time dan risiko pengadaan
4. Supplier & Vendor Management
- Pemilihan supplier
- Supplier evaluation
- Supplier performance measurement
- Pengelolaan hubungan supplier
- Penanganan supplier bermasalah
- Vendor performance improvement
5. Inventory Planning & Control
- Fungsi dan jenis inventory
- Safety stock
- Reorder point
- Inventory turnover
- Risiko overstock dan stockout
- Optimalisasi tingkat persediaan
6. Warehouse Management
- Receiving dan put-away
- Storage management
- Picking dan dispatch
- Warehouse layout
- Pemanfaatan ruang gudang
- Akurasi inventory
- Produktivitas warehouse
7. Logistics & Distribution Management
- Perencanaan distribusi
- Transportation management
- Pemilihan moda transportasi
- Delivery performance
- Distribution cost
- Customer service level
8. Supply Chain Risk Management
- Identifikasi risiko supply chain
- Supplier risk
- Inventory risk
- Transportation dan distribution risk
- Supply disruption
- Mitigation dan contingency planning
9. Supply Chain Performance & KPI
- Penetapan KPI supply chain
- Supplier performance
- Inventory performance
- Warehouse performance
- Delivery performance
- Cost dan service level
- Evaluasi kinerja secara end-to-end
10. Digital Supply Chain
- Peran data dalam supply chain
- Integrasi informasi antarfungsi
- Digital procurement dan inventory
- Supply chain visibility
- Pemanfaatan teknologi untuk monitoring kinerja
11. Studi Kasus & Supply Chain Improvement
Peserta diajak menganalisis permasalahan supply chain dan mengidentifikasi alternatif perbaikan yang relevan dengan aktivitas perusahaan.
Jadwal Training Supply Chain Management (SCM) 2026
Berikut jadwal Training Supply Chain Management (SCM) 2026 untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Peserta disarankan menghubungi admin terlebih dahulu untuk konfirmasi kuota, kota dan teknis pelaksanaan.
| Tanggal | Lokasi / Metode |
|---|---|
| 1–2 Oktober 2026 | Online via Zoom |
| 6–7 Oktober 2026 | Yogyakarta |
| 8–9 Oktober 2026 | Online via Zoom |
| 13–14 Oktober 2026 | Batam |
| 15–16 Oktober 2026 | Online via Zoom |
| 20–21 Oktober 2026 | Surabaya |
| 22–23 Oktober 2026 | Online via Zoom |
| 27–28 Oktober 2026 | Jakarta |
| 29–30 Oktober 2026 | Online via Zoom |
| 3–4 November 2026 | Bandung |
| 5–6 November 2026 | Online via Zoom |
| 10–11 November 2026 | Yogyakarta |
| 12–13 November 2026 | Online via Zoom |
| 17–18 November 2026 | Jakarta / Bali |
| 19–20 November 2026 | Online via Zoom |
| 24–25 November 2026 | Bandung / Yogyakarta |
| 26–27 November 2026 | Online via Zoom |
| 1–2 Desember 2026 | Jakarta |
| 3–4 Desember 2026 | Online via Zoom |
| 8–9 Desember 2026 | Yogyakarta |
| 10–11 Desember 2026 | Online via Zoom |
| 15–16 Desember 2026 | Bali / Jakarta |
| 17–18 Desember 2026 | Online via Zoom |
| 22–23 Desember 2026 | Bandung / Bali |
| 29–30 Desember 2026 | Jakarta / Yogyakarta |
Jadwal dapat mengalami penyesuaian. Silakan konfirmasi jadwal dan kuota terbaru kepada admin sebelum melakukan pendaftaran.
Biaya Training Supply Chain Management
Biaya Public Training Supply Chain Management adalah sebagai berikut:
Fasilitas Peserta
Peserta pelatihan tatap muka memperoleh fasilitas:
- Modul pelatihan
- Tas
- Training Kit
- Flashdisk 4 GB
- Sertifikat pelatihan
- Makan siang
- Coffee Break
Fasilitas penginapan mengikuti paket yang dipilih peserta. Fasilitas untuk pelaksanaan online disesuaikan dengan mekanisme pelatihan yang berlaku.
In-House Training Supply Chain Management
Selain mengikuti jadwal public training, perusahaan dapat menyelenggarakan In-House Training Supply Chain Management secara khusus untuk tim internal.
Program In-House Training dapat disesuaikan berdasarkan:
- tanggal dan waktu pelaksanaan;
- lokasi perusahaan atau lokasi lain yang disepakati;
- jumlah peserta;
- durasi pelatihan;
- fokus dan kedalaman materi;
- karakteristik industri; dan
- studi kasus atau permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan.
Misalnya, perusahaan yang menghadapi persoalan persediaan dapat memperbesar pembahasan pada Demand Planning, Safety Stock, Reorder Point dan Inventory Control.
Perusahaan yang memiliki tantangan terkait pemasok dapat memperdalam Procurement, Strategic Sourcing, Supplier Evaluation dan Vendor Performance.
Biaya In-House Training: hubungi admin untuk mendapatkan proposal dan penawaran sesuai kebutuhan perusahaan.
Siapa yang Perlu Mengikuti Training SCM?
Training Supply Chain Management relevan bagi personel pada fungsi:
- Supply Chain;
- Procurement dan Purchasing;
- PPIC;
- Production Planning;
- Inventory Control;
- Warehouse;
- Logistics;
- Distribution;
- Operations;
- Material Management;
- Supervisor dan Coordinator;
- Manager; serta
- personel lain yang berkaitan dengan pengelolaan rantai pasok.
Perusahaan juga dapat mengikutsertakan tim lintas fungsi apabila tujuan pelatihan adalah meningkatkan koordinasi supply chain secara menyeluruh.
Metode Training Supply Chain Management
Pelaksanaan pelatihan dapat menggunakan kombinasi:
- pemaparan materi;
- diskusi interaktif;
- studi kasus;
- latihan dan simulasi;
- pembahasan permasalahan peserta;
- best-practice sharing; dan
- penyusunan alternatif perbaikan.
Untuk In-House Training, metode dan studi kasus dapat disesuaikan dengan profil peserta serta tujuan perusahaan.
FAQ Training Supply Chain Management
Kapan jadwal Training Supply Chain Management 2026?
Jadwal Training Supply Chain Management tersedia pada beberapa periode selama Oktober hingga Desember 2026, baik secara tatap muka di beberapa kota maupun online. Peserta disarankan menghubungi admin untuk mengonfirmasi jadwal dan kuota terbaru.
Berapa biaya Training Supply Chain Management?
Biaya public training adalah Rp4.000.000 per peserta tanpa penginapan, Rp4.750.000 per peserta untuk Twin Sharing, dan Rp5.750.000 per peserta untuk Suite/Satu Kamar.
Apakah tersedia In-House Training Supply Chain Management?
Ya. Perusahaan dapat meminta In-House Training dengan jadwal, lokasi, jumlah peserta, fokus materi dan studi kasus yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Apakah training dapat dilaksanakan di kantor perusahaan?
Bisa. In-House Training dapat diselenggarakan di kantor atau fasilitas perusahaan, hotel maupun lokasi lain berdasarkan kesepakatan.
Apakah materi Training SCM dapat disesuaikan?
Bisa. Perusahaan dapat meminta pendalaman pada procurement, strategic sourcing, supplier/vendor management, inventory, warehouse, logistics, distribution maupun bidang supply chain lain yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Siapa yang cocok mengikuti Training SCM?
Program ini relevan bagi personel Supply Chain, Procurement, Purchasing, PPIC, Inventory, Warehouse, Logistics, Distribution, Operations, Production serta supervisor dan manager yang terlibat dalam pengelolaan rantai pasok.
Informasi & Pendaftaran Training Supply Chain Management
Untuk konfirmasi jadwal Training Supply Chain Management 2026, biaya peserta, pendaftaran maupun permintaan In-House Training Supply Chain Management, silakan menghubungi admin pusdiklatpemendagri.com.

